Kamis, 30 Juli 2009

[sekolah-kehidupan] Re: (Catcil) FB, BB, & Digital Colonization

 

kupikir, asal bisa dimanfaatkan dgn baik, insya Allah berguna kok
buatku, FB saat ini adl cara efektif utk jualan, promo, iklan. mungkin karena lagi demam FB ya.

salam,

-retno-

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, galih@... wrote:
>
> Bener banget nih Mba Siwi,
> Sejak FB lahir saya sempat terhipnotis untuk selalu stay tune pada
> gelombang FB walhasil banyak buku-buku yang terlewatkan untuk dinikmati.
> Padahal yang dilakukan di FB cuma up date status terus komen-komen status
> teman saja seringnya. Diselingi buat jualan juga sih, hehe....
> Terima kasih telah membagi pencerahan ini.
>
>
> Salam,
>
> Galih
>
>
>
>
> Siwi LH <siuhik@...>
> Sent by: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> 07/29/2009 11:20 AM
> Please respond to
> sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
>
>
> To
> sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> cc
> sekolahkehidupan@...
> Subject
> [sekolah-kehidupan] (Catcil) FB, BB, & Digital Colonization
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Forward dari temen di sebelah...
>
> FB, BB, dan Digital Colonization
> Tahukah Anda? Peradaban Barat (dan juga sejumlah negara maju di belahan
> bumi lainnya) bisa maju disebabkan masyarakatnya secara lengkap telah
> mengalami berbagai tahapan kebudayaan secara linear dan utuh. Dari
> kebudayaan lisan, kebudayaan tulisan, kebudayaan baca, kebudayaan
> audio-visual (teve), dan sekarang kebudayaan cyber. Hal ini tidak dialami
> oleh bangsa Indonesia. Bangsa ini hanya mengalami kebudayaan lisan, lalu
> melompat ke kebudayaan audio-visual, dan sekarang termehek-mehek dengan
> kebudayaan cyber. Kebudayaan tulisan dan baca terlewat, dan sedihnya,
> terlupakan.
> Bisa jadi, sebab itu ada perbedaan besar antara kebiasaan masyarakat Barat
> (dan masyarakat negara maju lainnya) dengan kebiasaan masyarakat
> Indonesia, salah satunya yang paling mudah dilihat adalah saat mengisi
> waktu luang, apakah itu sedang antre di bank, menunggu panggilan di loket
> rumah sakit, tengah menunggu kendaraan atau seseorang, sedang duduk di
> lobi hotel, atau sedang duduk di dalam kendaraan umum.
> Di Barat dan di negara-negara maju, orang biasa mengisi waktu kosong atau
> waktu luangnya dengan membaca, apakah itu suratkabar, majalah, novel, atau
> buku non-fiksi. Jika bepergian kemana pun, mereka terbiasa selalu
> menyelipkan buku di dalam tas atau menentengnya di tangan. Sebab itu,
> bukan pemandangan aneh jika di dalam subway, di taman-taman, di halte bus,
> di depan loket berbagai instansi, di pinggir jalan, maupun di pantai,
> mereka selalu asyik mengisinya dengan kegiatan membaca.
> Bagaimana dengan orang Indonesia? Silakan pergi ke tempat-tempat yang
> telah disebutkan di atas. Anda akan menemukan banyak sekali
> saudara-saudara sebangsa kita tengah asyik memainkan gadget mereka, bukan
> membaca. Sebab itu, Indonesia sejak lama menjadi pangsa pasar yang sangat
> menggiurkan bagi para produsen ponsel dunia. Bahkan konon, negeri ini
> telah menjadi semacam wilayah test pasar bagi produk-produk ponsel dunia
> teranyar. Dan setahun belakangan ini, ponsel dengan fasilitas chatting
> atau pun yang membenamkan kemampuan untuk bisa ber-fesbukan-ria laku
> keras. Blackberry-pun naik daun. Dan jangan heran jika di negara terkorup
> dunia dan nyaris masuk dalam kategori “Negara Gagal” ini ternyata bisa
> menjadi empat besar dunia dalam rating angka penjualan Blackberry.
> Blacberry dan Fesbuk telah menjadi trend masyarakat kita sekarang.
>
>
> Digital Colonization
> Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Demikianlah salah satu
> akibat dari trend digital sekarang ini. Fungsi asli dari FB dan situs
> jejaring sosial lainnya seperti halnya Friendster, Twitter, dan sebagainya
> adalah untuk membuat jaringan teman di dunia maya. Hal ini sangat
> bermanfaat bagi para marketer atau orang-orang yang memang diharuskan
> bergiat untuk berhubungan dengan banyak orang. Hanya saja, di Indonesia
> dan mungkin di negara lain, situs jejaring sosial ini malah menjadi trend
> yang sedikit banyak menggusur produktifitas nyata. Sekarang, lebih banyak
> orang menyukai melakukan kegiatan FB ketimbang membaca buku, kontemplasi,
> dan sebagainya. Padahal bagi kebanyakan orang, berfesbukan-ria tidak ada
> bedanya dengan ngerumpi dengan sesama teman di sekolah, pasar, atau pun
> kantor. Disibukkan dengan persoalan remeh-temeh. Wasting Time. Dengan
> sendirinya, produktivitas manusia menjadi menurun.
> Kehadiran gadget hebat (dan mahal) seperti BB dengan media FB disadari
> atau tidak sekarang ini pada akhirnya hanya menjadi semacam simbol status.
> Di negara yang peradaban pengetahuannya sudah maju, penanda status sosial,
> apakah dia hebat atau tidak adalah buku. Semakin banyak buku yang dia baca
> maka semakin hebatlah dia di mata teman-temannya. Kredibilitas orang
> ditentukan oleh banyak sedikitnya pengetahuan yang didapat dari buku.
> Namun di negara yang nyaris gagal seperti Indonesia terjadi parodi yang
> menyedihkan, penanda status sosial orang kebanyakan dilihat dari seberapa
> banyak dan canggihnya gadget yang kita tenteng, walau mungkin dia harus
> kredit untuk bisa memiliki itu. Ini sebenarnya merupakan pars pro toto,
> dari kecenderungan sebagian besar masyarakat kita yang memandang status
> orang, kredibilitas orang, status sosial orang lain, dengan sedikit
> banyaknya harta benda yang dimilikinya, tanpa perduli apakah dia bisa
> hidup kaya raya dengan merampok uang rakyat, menggelapkan uang umat,
> korupsi, dan sebagainya.
> Hal ini menimbulkan efek domino, kian hari kian banyak orang yang ingin
> kaya raya dengan jalan pintas. Salah satunya dengan menjadi anggota
> legislatif misalnya, padahal dia sama sekali tidak mempunyai prestasi apa
> pun di masyarakat. Ini sesungguhnya merupakan mental bangsa terjajah.
> Bagi kebanyakan orang di sini, bagi bangsa yang belum tersentuh budaya
> membaca dan lebih suka dengan kebudayaan mengobrol dan menonton, maka
> kehadiran BB dan FB dan semacamnya, tanpa disadari telah banyak merampas
> waktu berharga dalam hidupnya. Banyak orang rela berjam-jam untuk ber-BB
> atau ber-FB-ria, dan melupakan membaca buku, padahal waktu merupakan
> Pedang Democles, yang tanpa ampun akan membabat siapa saja yang tidak
> mengunakannya dengan baik. Inilah apa yang sebenarnya disebut sebagai
> Digital Colonization, penjajahan digital.
> Pemakaian BB dan juga FB tidaklah salah. Bagi pekerja yang banyak
> menghabiskan waktu di jalan dan harus selalu connect dengan rekan-rekan
> kerjanya, atau bosnya, atau seorang profesional yang harus selalu online,
> maka BB adalah hal yang amat penting. Demikian juga dengan FB, sangat
> vital bagi para marketer atau orang yang harus berhubungan dengan banyak
> orang lainnya, atau publik figur misalnya. Di tangan mereka, BB dan FB
> menjadi salah satu alat penunjang prestasi yang memang penting. Dan saya
> yakin, orang-orang seerti ini tidak akan terjerumus dalam kemubaziran
> pemakaian waktu karena mereka tahu kapan harus memulai dan kapan harus
> berhenti.
> Apakah Anda sekarang telah memiliki akun di FB? Jika sudah maka
> manfaatkanlah dia dengan baik, tepat, dan bijak, bukan sekadar untuk
> wasting a time. Membaca buku atau membaca Qur’an, jauh lebih berguna untuk
> mengisi waktu ketimbang ngobrol. Dan jika Anda belum memiliki akun di FB,
> berpikirlah seribu kali, apakah Anda sudah siap untuk itu? Apakah hal itu
> merupakan KEBUTUHAN Anda, dan bukan sekadar KEINGINAN? Janganlah waktu
> yang sedikit ini dipergunakan dengan sia-sia, penuh kemubaziran. Karena
> Allah SWT telah memperingatkan umat-Nya jika kemubaziran itu adalah
> perilaku saudara-saudaranya setan. Na'udzubillah min dzalik. (Rd)
>
>
>
>
>
>
> .
> "This message is intended only for the ordinary use by the person to whom
> it is addressed and may contain information that is confidential and
> privileged under applicable laws, or otherwise protected by work product
> immunity or other legal rules. If you are not the intended recipient, you
> are hereby notified that any use, review or disclosure or copying or
> forwarding of this message and information it contains is prohibited. If
> you have received this message in error, please notify the sender by reply
> e-mail and then delete it from your system. Thank you."
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar